Saturday, 30 March 2019

Pengertian Silinder Pneumatik

Silinder pneumatik adalah aktuator atau perangkat mekanis yang menggunakan kekuatan udara bertekanan (udara yang terkompresi) untuk menghasilkan kekuatan dalam gerakan bolak – balik cylinder secara linier (gerakan keluar - masuk). Silinder pneumatik merupakan alat atau perangkat yang sering kita jumpai pada mesin – mesin industri, baik itu dalam industri otomotif, industri kemasan, elektronik, dan berbagai industri maupun instansi – instansi yang lain. Silinder pneumatik biasa digunakan untuk menjepit benda, mendorong mesin pemotong, penekan mesin pengepresan, peredam getaran, pintu penyortiran, dan lain sebagainya. Silinder pneumatik mungkin memang memiliki banyak fungsi kegunaan, akan tetapi fungsi dasar silinder tidak pernah berubah, dimana mereka berfungsi mengkonversi tekanan udara atau energi potensial udara menjadi energi gerak atau kinetik.


Dalam pengoperasiannya, silinder pneumatik dikontrol oleh katup atau valve pengontrol. Katup pengontrol ini berfungsi mengontrol arah udara yang akan masuk ke tabung silinder. Dengan individualized organization lain, katup kontrol arah inilah yang mengontrol gerakan maju atau mundur (keluar atau masuk) cylinder. Katup kontrol arah ini biasa dikendalikan secara mekanis atau manual dengan tangan, maupun secara elektris seperti Solenoid valve.

Berikut ini adalah dua type silinder pneumatik yang withering umum atau sering digunakan di industri – industri:

1. Silinder kerja tunggal (single acting barrel), merupakan jenis silinder yang hanya memiliki satu port untuk masuknya udara bertekanan. Silinder ini menggunakan kekuatan udara bertekanan untuk mendorong ataupun menekan cylinder dalam satu arah saja (umumnya keluar). Dan menggunakan pegas pada sisi yang lain untuk mendorong cylinder kembali pada posisi semula. Akan tetapi silinder ini memilki kelemahan dimana sebagian kekuatan dari silinder hilang untuk mendorong pegas. Perhatikan gambar animasi gerak dari silinder kerja tunggal berikut ini:

2. Silinder kerja ganda (twofold acting barrel), merupakan silinder yang memiliki dua port untuk instroke dan outstroke. Silinder jenis ini menggunakan kekuatan udara bertekanan untuk mendorong cylinder keluar dan mendorong cylinder untuk kembali pada posisi awal (menarik kedalam). Sehingga silinder ini membutuhkan lebih banyak udara dan katup pengontrol arah yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan silinder kerja tunggal. Berikut ini gambar animasi gerak dari silinder kerja ganda:


Silinder kerja ganda

Untuk menjaga kinerja dari silinder pneumatik, maka diperlukan perawatan yang secara berkala. Dimana dalam perawatan ini yang perlu diperhatikan adalah kualitas dari udara. Kualitas udara bertekanan yang masuk ke tabung silinder harus dalam keadaan kering, bersih, dan tidak mengandung air. Sehingga perlu diperhatikan sistem penyaringan (channel) dan pengeringan (dryer) udaranya, apakah dalam keadaan baik atau buruk? Kemudian kita juga harus perhatikan pergesekan akibat pergerakan keluar masuknya cylinder. Dalam sistem pneumatik biasanya juga terdapat lubrikator yang memberikan pelumasan untuk mengurangi pergesekan dalam silinder. Rusaknya seal akibat masa pemakaian yang lama (lifetime), aus atau berbagai penyebab yang lainnya akan menyebabkan kebocoran udara pada silinder. Periksa kebocoran udara pada silinder secara manual dengan cara melepas salah satu selang masuknya udara, lalu coba aktifkan silinder secara manual dan perhatikan apakah ada udara yang keluar dari port yang selangnya dilepas tadi. Lakukan pengecekan seperti ini pada sisi yang lainnya. Dan apabila ditemukan kebocoran maka pergantian seal harus dilakukan, karena apabila rusaknya seal tersebut akibat aus dan tidak diganti, maka akan menyebabkan kerusakan yang lebih parah, seperti scratch atau goresan – goresan pada tabung rumah silinder. Dalam pergantian seal unit akan lebih baik diganti semua, karena sulit bagi kita untuk mengetahui baik – buruknya keadaan seal tersebut, selain itu agar lifetime dari semua (seal bundle) yang ada pada silinder tersebut sama.

Semoga artikel pengertian dasar silinder pneumatik ini bermanfaat.

No comments:

Post a Comment