Tuesday, 30 April 2019

Cara kerja Ac Pada Mobil

Komponen Ac Mobil


Prinsip kerja AC mobil sedikit banyak haruslah diketahui konsumen agar bila sewaktu-waktu terjadi masalah misalnya AC tidak dingin dan sebagainya, maka Anda sudah mengetahui seperti apa sistem kerja AC mobil yang dimiliki. Walaupun bukan berarti Anda langsung yang mengerjakannya bila bagian tersebut mengalami kerusakan. Namun setidaknya bila terjadi masalah Anda dapat mengerti di bagian mana masalah tersebut terjadi dan bagaimana penanganannya. Kalau play on words harus ke bengkel, maka tidak akan datang ke sembarang bengkel, namun akan datang ke bengkel khusus AC mobil yang sudah berpengalaman dan mempunyai jam terbang tinggi.

Dikarenakan sistem AC mobil yang bekerja bergantung dari fungsi kerja beberapa komponen di dalamnya, maka secara umum play on words Anda harus memahami bagaimana expositions kerjanya. Berawal dari bagian kompresor yang bertugas mengkompresikan gas dari refrigerant yang biasa disebut Freon dengan suhu dan tekanan yang tinggi mengalir ke dalam kondensor. Kemudian gas tersebut di kondensasikan menjadi berbentuk cair dengan adanya pengembunan di bagian refrigerant dan mengalir kembali ke collector agar dapat di saring dengan oli sehingga dapat diuapkan dengan bantuan evaporator. Selanjutnya refrigerant akan menyerap panas dari angin yang ada di luar mobil dan menguap sehingga suhu di dalam mobil play on words akan lebih dingin.

Komponen-komponen sistem AC mobil

Dan sebelum kita berbicara tentang cara kerja sistem AC mobil terlebih dahulu harus mengenal komponen AC mobil tersebut dan adapun komponen-komponen sistem AC mobil tersebut yaitu:


  • Kompressor


Kompresor AC mobil tersebut berfungsi untuk mengalirkan refrigerant atau freon media pendingin di dalam sistem AC mobil. Kompresor AC mobil umumnya digerakan oleh mesin mobil itu sendiri, Agar kompresor ac bisa dihidupkan dan dimatikan sesuai keinginan saat menggunakan AC, maka penghubung putaran ke mesin menggunakan kopling magnet.

  • Kondensor 


Kondensor yang ada pada sistem ac mobil akan berfungsi untuk mengkondensasikan media pendingin di dalam sistem ac mobil itu sendiri, Gas freon dirubah menjadi bentuk cair di dalam kondensor. Ini dapat terjadi karena adanya pelepasan uap panas ke udara luar melalui sirip-sirip kondensor.


  • Channel atau dryer


Channel atau dryer pada sistem AC berfungsi untuk menyaring partikel kotoran di dalam sistem. Channel atau dryer juga menyerap uap air yang ikut beredar di dalam sistem. Kotoran yang ikut beredar di dalam sistem dapat menyumbat saluran-saluran yang ada, sehingga dapat mengganggu kerjanya sistem AC. Sedangkan uap air yang ikut beredar dalam sistem dapat terjadi pembekuan karena temperatur media pendingin bisa turun di bawah 0 0C, hal tersebut dapat menyumbat yang akhirnya mengganggu kerjanya sistem AC.


  • Katup expansi


Katup Expansi pada sistem AC mobil tersebut berfungsi untuk menurunkan tekanan media pendingin. Refrigran atau freon yang berbentuk cair bertekanan tinggi diubah menjadi tekanan rendah dalam bentuk kabut. Akibat dari penurunan tekanan tersebut maka temperatur media pendingin menjadi turun drastis.


  • Evaporator


Evaporator pada sistem AC berfungsi untuk menyerap panas udara luar yang dialirkan ke dalam ruangan yang didinginkan, dan aliran udara dari luar akan di serap melewati sirip-sirip evaporator. Sehingga udara yang melewati evaporator menjadi dingin. Udara dingin itulah yang akan digunakan untuk mendinginkan ruangan, Prinsip kerja evaporator adalah kebalikan dari kondensor sistem AC tersebut.

Cara Kerja Sistem Pendingin Ac

Cara bekerja Sistem pendingin AC tersebut akan dimulai dari kompresor ac mobil, Pada kompresor AC terdapat attractive switch yang berfungsi untuk menghubugkan dan memutuskan putaran pully dengan kompresor AC. Pully pada kompresor AC ini terhubung dengan putaran pully poros engkol melalui sabuk (v-belt).

Ketika kunci kontak On, maka attractive switch akan On dan akan menghubungkan antara putaran pully dengan kompresor AC sehingga kompresor AC akan bekerja memompa refrigerant (freon) untuk bersirkulasi. Refrigerant yang akan keluar dari kompresor AC tersebut akan berwujud gas bertekanan tinggi dan bertemperatur tinggi, refrigerant yang dari kompresor AC ini selanjutnya akan dikirim ke Condenser.

Condenser pada sistem AC didinginkan oleh kipas pendingin (additional fan), sehingga refrigerant yang melalui condensor akan berubah wujud dari gas menjadi cair dan tekanan pada refrigerant masih tinggi serta temperaurnya masih tinggi. Berubah wujudnya refrigerant disebabkan karena condenser menyerap panas refrigerant. Pada condenser dilengkapi dengan kisi-kisi atau sirip-sirip yang memiliki fungsi untuk menambah bidang permukaan pendinginan condenser. Setelah refrigerant melewati condenser, kemudian akan dialirkan menuju ke collector dryer.

Collector dryer pada sistem AC ini berfungsi untuk menyerap air dan menyaring kotoran yang terbawa bersama refrigerant. Kotoran dan air yang tidak tersaring dan tidak terserap pada beneficiary dryer dan kemudian ikut mengalir ke sistem AC dapat berakibat mengganggu sistem AC dan dapat merusakkan komponon-kompoen pada sistem AC. Refrigerant yang keluar dari beneficiary dryer tersebut akan berwujud cair dengan tekanan tinggi dan temperatur tinggi. Setelah refrigerant melewati collector dryer selanjutnya akan menuju ke katup ekspansi (extension valve).

Pada katup ekspansi, refrigerant akan dikabutkan sehingga tekanan dan temperaur refrigeran akan turun menjadi tekanan dan temperatur rendah. Pengkabutan ini terjadi karena pada katup ekspansi terjadi karena pada bagian katup ekspansi ini memiliki lubang keluar yang berukuran kecil sehingga bila ada refrigerant yang memiliki tekanan tinggi melewati lubang katup ekspansi yang berukuran kecil akan berubah menjadi kabut. Setelah refrigerant melewati katup ekspansi maka refrigerant akan menuju ke bagian evaporator ac mobil tersebut. 

1 comments :

  1. IONQQ**COM
    agen terbesar dan terpercaya di indonesia
    segera daftar dan bergabung bersama kami.
    p1n bb:*58ab14f5

    ReplyDelete