Tuesday, 23 April 2019

Fungsi Kipas pendingin Dan 2 Cara Kerja Kipas Pendingin Pada Mobil

Fungsi Kipas pendingin Dan 2 Cara Kerja Kipas Pendingin Pada Mobil

Salah satu komponen sistem pendingin kendaraan mobil adalah kipas pendingin atau cooling fan. Aliran udara yang di sebab ketika mobil berjalan belum mampu memberikan pendinginan yang cukup sehingga diperlukan komponen tambahan yaitu kipas pendingin.

Kipas pendingin ini berfungsi untuk membantu mendinginkan radiator dengan cara membuat udara dapat mengalir melewati sirip-sirip radiator. Udara akan menyerap panas pada sirip  radiator sehingga temperatur air pendingin pada radiator dapat diturunkan.

2 Cara Kerja Dari Kipas Pendingin Yaitu:

1.Kipas pendingin yang digerakkan poros engkol ( Manual Fan )

Pada tipe kipas pendingin yang digerakkan poros engkol ini, kipas pendingin akan bergerak secara terus menerus ketika mesin dihidupkan. Kipas pendingin ini dihubungkan dengan poros engkol melalui (pulli poros engkol dan pulli kipas) dan sabuk (v-belt).

Kecepatan putaran dari kipas pendingin ini juga tergantung dari kecepatan putaran mesin, bila kecepatan mesin tinggi maka putaran kipas pendingin juga akan semakin cepat dan sebaliknya.

Bila kecepatan mesin yang rendah maka perputaran kipas pendingin juga akan semakin lambat, kipas pendingin tipe ini pada umumnya dipasangkan didepan pompa air (water siphon). Gerakkan kipas pendingin yang diambil dari putaran poros engkol ini akan menambah beban dari mesin.

2.Kipas Pendingin Yang Digerakkan Oleh Putaran Listrik (Electrik Fan)

Fungsi Kipas pendingin Dan 2 Cara Kerja Kipas Pendingin Pada Mobil


Kipas pendingin yang digerakkan oleh engine listrik ini sudah tidak memanfaatkan putaran dari poros engkol untuk memutarkan kipas pendingin. Engine listrik ini dapat bergerak atau berputar jika ada arus listrik yang mengalir ke engine listrik tersebut.

Tipe engine listrik yang digunakan ini adalah engine listrik DC yaitu arus yang digunakan adalah jenis arus searah.

Pada tipe kipas pendingin yang digerakkan oleh engine listrik ini menggunakan sensor temperatur air pendingin atau water temperature sensor (WTS). Sensor suhu air pendingin ini akan mendeteksi suhu air pada mesin, bila suhu air telah mencapai batas yang ditetapkan maka sensor ini akan mengirimkan information ke ECU sehingga ECU akan memberikan flag tegangan ke transfer fan sehingga hand-off fan aktif dan arus listrik dapat mengalir ke engine listrik dan akhirnya engine listrik dapat bekerja.

No comments:

Post a Comment