Friday, 12 April 2019

Ganti Oli Tanpa Ganti Filter Oli

Ganti oli Tanpa Ganti Filter Oli


GaleryMobil — Saringan oli tidak boleh dianggap sepele karena memiliki fungsi yang tidak kalah penting dari komponen lainnya di kendaraan, yaitu menyaring kotoran yang akan masuk bagian mesin kendaraan.
Salah satu komponen kendaraan yang juga memerlukan perhatian adalah saringan oli. Channel oli tidak boleh dianggap sepele karena memiliki fungsi yang tidak kalah penting dari komponen lainnya di kendaraan, yaitu menyaring kotoran yang akan masuk bagian mesin kendaraan.

Saat mengganti oli rutin jangan lupa turut melakukan penggantian channel oli. Channel oli bisa membuat mesin lebih awet karena mencegah kotoran yang masuk ke dalam mesin.

Channel oli sendiri wajib hukumnya diganti, bukan hanya dibersihkan ya. Menyemprotkan angin dan membersihkan channel oli dengan kain lap bukan solusi terbaik untuk channel oli. Penggunaan channel oli yang berkali-kali dan tidak pernah diganti akan merugikan pengendara itu sendiri. Hal ini karena channel oli yang tidak pernah diganti akan terus menampung kotoran dan oli bekas.

Tidak hanya oli kotor, tapi juga menyebabkan fungsi dari channel oli menjadi semakin tidak ideal. Daya saring dari channel yang tadinya 10, sekarang karena tidak diganti nilainya bisa 4 hingga 5, beber Specialized Administration pt Denso Deals Indonesia, Galery Mobil.

Lalu kapan waktu yang pas untuk mengganti channel oli? Terdapat asumsi bahwa channel oli diganti setiap 10.000 km, atau setiap 2 kali mengganti oli mesin. Hal ini benar dan baik.

Tapi, menurut Joko, sebaiknya melakukan penggantian channel oli bersamaan pada saat mengganti oli mesin. Hal ini dikarenakan, jika pada saat mengganti oli mesin, tapi tidak mengganti channel oli, maka oli sisa yang mengendap di channel oli tidak terbuang.

Galeymobil mengatakan, ada sekitar 1/4 atau 1/5 oli yang mengendap di channel oli. Akibatnya, oli mesin baru akan bercampur dengan oli mesin lama yang mengendap di channel oli.

Setelah itu, oli mesin lama dan baru akan bercampur dan masuk ke mesin kendaraan. Oli yang sudah tidak dalam kondisi baik, akan mengurangi performa oli di mesin kendaraan. Akhirnya, fungsi oli sebagai pelindung, pembersih, dan sebagai pendingin mesin tidak dapat berfungsi secara maksimal.

Namun tidak sedikit pemilik kendaraan yang tertipu membeli channel oli palsu. Jika demikian maka channel oli palsu tidak akan ideal digunakan di kendaraan.

Contohnya, pada channel oli palsu terdapat distance across lubang defender yang kecil dan jarak antar lubang lebih rapat. Hal ini menyebabkan daya serap channel menjadi renggang dan lebar. Akibatnya, memungkinkan kotoran dari luar tidak tersaring dengan ideal.

No comments:

Post a Comment